Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

Tuesday, May 8, 2018

1

Novel Wattpad (Opini Singkat)





Kini Wattpad semakin populer. Praktis, bisa dibawa kemana-mana, pustakanya berlimpah bagai tak berbatas, dan yang paling penting.. Gratis!

Para penulis bisa dengan bebas berbagi karya-karya mereka thanks to anonymous sistem di Wattpad dan para pembaca apalagi pecinta teen fiction nggak usah repot-repot ke toko buku untuk cari bahan bacaan.

Gue sendiri join Wattpad di tahun 2013, jadi sudah lumayan lama meskipun aku lebih milih untuk baca karya berbahasa Inggris. Namun beberapa tahun belakangan ini karya-karya berbahasa Indonesia makin ramai menghiasi dunia fiksi Wattpad. Bahkan banyak sekali dari mereka yang sudah diterbitkan dan bisa kamu dapati di toko buku terdekat. Sering kan ke Gramedia terus lihat buku-buku dengan label “dibaca lebih dari jutaan kali di Wattpad”? Aku seminggu sekali pergi ke Gramedia, ahem, and let me tell you.. there are tons of them! 

Rasanya seolah-olah rumah penerbit pada browsing Wattpad sambil nyari-nyari buku mana yang punya potensial untuk jadi “best seller”. Berkat trend ini, para penulis Wattpad Indo yang banyakan masih muda-muda banget finally dapat kesempatan untuk diterbitkan karya mereka. Siapa sih yang nggak senang kalau bukunya diterbitin?

Now, I don’t have a problem with it personally. Melihat mimpi para penulis menjadi nyata adalah hal yang patut dikasih applause dan harus dijadikan sebagai inspirasi untuk diri sendiri. Meskipun pada akhirnya tren ini mengakibatkan beberapa isu yang aku perhatiin sebagai pecinta novel.

Yang pertama adalah isu yang kini ramai di kategori fiksi remaja. Cerita yang tipikal, karakter yang begitu-begitu saja, konflik yang mirip, and the most flabbergasting thing, resolusi dan ending pun nggak kreatif.

Dari novel Wattpad yang sudah diterbitkan atau belum, banyak sekali diantara mereka yang if I may say, typical. Tentu saja ini nggak berlaku untuk semua, tapi I can admit, sebagian besar dari karya-karya tersebut.

Let’s break it down:

1. Badboys. Badboys everywhere. 



Okay, who doesn’t like badboys? Tapi ada saat ketika there are too many badboys. Dari novel Wattpad yang aku punya plus bejibun yang ada di library aplikasi, rata-rata pemeran cowok utamanya kebanyakan badboys. Populer, ganteng, oh and of course, bule aka mixed. Aku familiar sama trend “bule” ini karena kebanyakan penulis Wattpad milih cogan bule untuk jadi cast pemeran cowok. Tak ada yang salah dengan mencantumkan mixed boys pemeran utamamu (I do love “bule” too, duh!), masalahnya ada di bagaimana tren ini menjadi begitu populer hingga  hampir semua buku yang lo baca pemeran cowoknya pastiiii aja bule ala-ala sebriti instagram itu. Tak ada variasi, untuk lebih singkatnya.

2. Konflik yang mirip

Konflik. Konflik adalah tantangan yang harus dihadapi karakter utama untuk bisa mencapai tujuan. Itu adalah definisi umum dari konflik dalam literatur. My problem with Wattpad novels regarding “conflict” is that they are so typical. Itu-ituuuuu saja. Beberapa contoh, cinta lama yang kembali, dijebak “mean girls”, masalah orang tua yang sakit atau ortu yang jahat, dan lain-lain. Familiar?

3. Ending yang tipikal

Yang ini lumayan lucu. Bayangin dari bejibun novel remaja Wattpad yang gue baca, pada endingnya salah satu karakter utama (biasanya cowok) milih pergi ke luar negeri. I swear to god, I lowkey really want to make a list out of this. Kuliah ke Inggris, Prancis, Jerman, you name it. Saking seringnya gue baca ketemu ending kayak gini, yang awalnya bingung ujung-ujungnya Cuma bisa ketawa.


Para penulis Indonesia, ayo jadi lebih kreatif! Gue yakin banyak penulis-penulis berbakat diantara kita. Nggak ada salahnya thinking outside the box. It all boils down to the lack of diversity and I just wanted to let all these feelings out, honestly. Cuma pengen berbagi saja.

See you!


Wednesday, August 23, 2017

0

Review Novel "Girl Meets Boy" Karya Winna Efendi

Review pendek-ish untuk salah satu buku favoritku karya kak Winna Efendi. Pertanyaan dulu nih, kalian udah pernah-kah membaca buku ini?




Sinopsis;


Dear Ava,
Saat kamu menerima surat ini, mungkin aku udah nggak ada di sini. Mungkin aku udah jadi murid senior di Alistaire. Mungkin aku akan ada di lingkungan baru. Atau, mungkin di Broadway, tampil perdana untuk pertunjukan baru Annie dan tiketnya terjual habis dalam lima menit (boleh dong, ngarep). Who knows? Itulah hebatnya dunia, selalu penuh dengan kesempatan yang nggak terduga.
Satu hal yang mesti kau ingat, kita punya janji untuk saling menemukan, bukankah begitu?
Love,
Rae
♫♫♫
Dear Kai,
And then I said, "Kai, aku sayang kamu."
Kamu menatapku, lalu mengusap rambutku lembut. Ini adalah kali pertama aku mengucapkannya kepada siapa pun. Kamu nggak mengatakanya balik. Dan, kurasa, sejak awal aku sudah tahu.
Aku tahu tindakan kamu barusan adalah ucapan i-love-you terbaik yang mungkin bisa kudapatkan, but it's okay, because I love you.
And unlike you, I'm not afraid of saying it.
Love,
Rae



I am Winna Efendi's fan, that is for sure.


Girl Meets Boy adalah salah satu favoritku dari semua karya kak Winna Efendi. Buku ini agak sedikit kebarat-baratan (?) dibanding buku Kak Winna yang lain. Mungkin karena setting-nya, nama para karakter, dll.

Sebelum kalian baca novel ini, perlu diketahui kalau karya ini dipenuhi dengan musik. Musik adalah salah satu elemen terbesar dari buku ini. And I'm not complaining. 

Buku ini penuh dengan rasa kehilangan, duka, keluarga, persahabatan, melepaskan, dan saling menemukan. Begitu juga dengan mimpi. Tentang perasaan seseorang yang selalu berada dibawah bayang-bayang orang lain. Tentang cara menerima kepergian orang lain, bahwa kadang duka karena ditinggalkan tak perlu dihadapi sendiri. Kadang, ada saat dimana melepaskan mungkin keputusan yang terbaik.

Aku nggak mau men-spoiler ya hehe 😄

Now, let's talk about the characters.

Pemeran utama perempuan kita, Ava. Sosok yang terbiasa berada di bawah bayang-bayang orang lain, deeply insecure, introvert, dan sedih. Selama membaca buku ini, kita dibawa untuk melihat karakternya berkembang dan belajar. And it was such a satisfying roller coaster.

Kai, salah satu karakter cowok kesukaan aku nih dari karya Winna Efendi. Badboy (who doesn't love  badboys?), musik prodigi, penuh rahasia, tipe orang yang susah ditebak banget hatinya dan favoritku adalah dia katalis untuk karakter Ava untuk overcome herself. Dan sebaliknya. Karakter mereka berdua sangat berbanding terbalik, but everything suited them perfectly. And his love confession (ini buku romance ya, harus ada dong pernyataan cinta) melted my icy heart. Dia bukan pendiam imo, tapi sangat tertutup mengenai masalah hati. And when everything comes to the light, it's truly a beautiful sight. 

I love this book a lot. Exhausting journey, but so satisfying in the end. Winna Efendi sangat berbakat dan aku selalu excited tiap kali buku baru beliau diterbitkan. Malah menurutku buku ini rada underrated dibandingin karyanya yang lain seperti Refrain atau Remember When. Kalau kalian belum baca ini, aku recommend banget deh ya, nggak bakal nyesel.


Bagaimana dengan kalian?









0

Book Review - Dear Nathan

Halo, back again after a long time!

Baru selesai nih baca salah satu novel populer Wattpad yang sudah diterbitkan, Dear Nathan. Sepengetahuan aku, novel ini memang ngetop banget pas masih di Wattpad. I saw this book on the website, but unfortunately the full version is not available anymore. Dengan kata lain, kamu harus beli buku fisiknya biar nggak ketinggalan kisah Nathan dan Salma.

Review ini hanyalah post pendek, karena aku sibuk banget same dunia nyata ha!



Here is the synopsis;

Berawal dari keterlambatan mengikuti upacara pertama di sekolah baru, Salma Alvira bertemu dengan seorang cowok yang membantunya menyelusup lewat gerbang samping. Selidik punya selidik, cowok itu ternyata bernama Nathan; murid nakal yang sering jadi baha gosip anak satu sekolah.
Beberapa rangkaian kejadian pun terjadi, yang justru mengantarkan Salma untuk menjadi kian lebih dekat dengan Nathan. Dua kepribadiam yang saling bertolak belakang, seperti langit dan bumi; yang tidak bisa bersatu tapi saling melengkapi.

Novel ini mengisahkan tentang masa indah putih abu-abu, persahabatan, pelajaran kehidupan, dan pentingnya untuk selalu menghargai perasaan,

First of all, I love the cover. Kalau pernah baca review bukuku yang lain, pasti pada tahu kalau aku lebih suka cover yang simple but aesthatically pleasing.

Oke, konsep cerita tentang "badboy and good girl" memang sudah merajalela kemana-mana, terutama Wattpad. Kalau agan-agan sekalian suka nongkrong disana pasti tahu, yang bertengger di hot list pasti 90% cerita badboy semua.

Look, I have no problem with cliche. As long as it's good, then we're okay.

Plot utama dari Dear Nathan memang klise but it is a good kind of cliche. Buku ini tebalnya 528 halaman, so pasti aku salut sama si penulis yang kuat banget nulis sebanyak itu. Dengan halaman sebanyak itu, kamu bakal siap dengan beragam konflik, baik utama maupun konflik-konflik ringan yang kian terjadi.

Salah satu minus buatku adalah kisahnya yang cukup dragging. Buku ini tebel loh, dan beberapa kali aku mikir kapan selesainya? Mungkin dengan script yang lebih ketat, pacing yang lebih teratur, hal ini bakal dengan mudah diperbaiki.

Move on to the characters.

Salma kadang bikin kesel, tapi aku salut dengan betapa jelasnya author menggambarkan karakter dia seperti apa. She can be so dense at times, but really kind towards other people. Terutama kepada mereka yang butuh bantuannya. And Nathan, aku suka. Meskipun rada tipikal, badboy dengan masa lalu yang "dark" akhirnya jatuh cinta sama si good girl. But hey, there is nothing wrong with cliche. I like cliche. 

Overall, nice. Really nice and sweet. 


BTW, aku nonton film adaptasinya. And sorry to say, it sucks. Big time. The actors don't know how to act. It's terrible.


Bagaimana pendapat kalian tentang novel Dear Nathan?




































Tuesday, April 4, 2017

1

Jingga Untuk Matahari Akhirnya Terbit!





Wow.

Kira-kira udah berapa tahun ya semenjak Jingga dalam Elegi?

Inget banget pas pertama kali baca seri ini, trus jatuh cinta sama Ari. Tapi ujung-ujungnya, kisah mereka belum selesai Aku yakin banget nih, pasti ada ribuan pembaca yang ngerasa kegantung karena nunggu selama bertahun-tahun, tapi kian tak ada kabar mengenai si buku yang konon katanya bakal jadi pelengkap dari trilogi kisah remaja ini.

Sebulan (atau dua bulan?) lalu aku bareng temen-temen jalan ke Gramedia, trus lihat Jingga untuk Matahari. Awalnya sih skeptis.. "Masa iya beneran udah terbit?". Kirain cuma sampul baru, tapi oh oh ternyata...!

So I purchased it without any doubt.

Bukunya lumayan tebal, 441 halaman. Jauh lebih tebal dibandingkan dua buku-buku sebelumnya. Happy dong ya pastinya. Stu hal lagi, I fall in love with the cover. Sampulnya dibuat seperti hard cover, tapi nggak. Intinya kamu bakal dapat dua sampul yang salah satunya bisa dilepas kalau yaaa, takut lecek (like me). Jadi kepengen beli edisi baru kedua buku sebelumnya, just because I love the cover so much.

Tapi...

/spoiler alert!!!/

Mbak Esti, kok tega banget sih. Pas nyampe halaman terakhir malah ditulis,

"Bersambung ke buku empat, JINGGA UNTUK SANDYAKALA."


Tak apalah. Sudah pernah mengalami yang namanya penantian, tambah satu lagi pun tak masalah!

Ini bukan review, karena jujur aku pengen baca ulang biar lebih mantap reviewnya yang of course bakal di upload nanti. Plus Insya Allah juga, aku pengen post Author Series dengan edisi Esti Kinasih.

Yuk jangan ketinggalan baca Jingga Untuk Matahari. Bisa didapatkan di toko buku terdekat.

See you!





















Sunday, January 1, 2017

0

Novel-Novel Karya Winna Efendi - [Author Series I]




Winna Efendi adalah novelis yang bikin aku pertama kali tertarik dalam dunia novel remaja Indonesia.

Mungkin orang-orang pada familiar dengan karyanya "Refrain" yang sudah diangkat kelayar kaca, tapi buat aku novel pertama Winna Efendi yang pernah aku baca adalah "Remember When" (baca review-nya disini).

Aku ingat pas pertama kali baca buku itu. Dulunya aku mikir novel teenlit/remaja Indonesia itu rada shallow dan kurang berbobot. Yep, aku orangnya prejudice. Dulu. So, bayangin kagetnya aku setelah membaca Remember When yang mungkin terlalu nyesek kalau ditaruh dikategori teenlit. Ceritanya memang berpusat tentang kehidupan anak SMA, persahabatan, cinta pertama dll. Tapi ada underlying  tone-nye yang begitu dewasa dan dalam dari sekedar cerita anak SMA biasa.

oke, cukup cuap-cuapnya ei.

Mbak Winna udah menerbitkan banyak novel. Tiga diantaranya sudah digarap jadi film layar lebar ("Refrain", "Remember When" dan "Melbourne"). Aku sendiri meskipun ngefans sama si author ini, belum sempat membaca seluruh karyanya Mbak Winna. Buku terakhir yang aku baca dari Mbak Winna adalah "Happily Ever After", yang menurut aku adalah salah satu karya terbaik dari beliau. Rencananya sih, Insya Allah, aku pengen beli  "One Little Thing Called Hope" aka buku terbaru Winna Efendi, yuhu!


She has way with her words. Novel-novel Winna Efendi itu simpel, nggak bertele-tele, bahasanya sederhana and deep af. But damn, they are amazing.

Sejauh ini yang sedang bertengger di rak buku tapi beberapa lagi dipinjam temen heu TT


  1. Remember When
  2. Melbourne
  3. Refrain
  4. Tomodachi
  5. Truth or Dare
  6. Ai
  7. Girl Meet Boy
  8. Happily Ever After

Kalau boleh di ranking, aku bakal naruh "Remember When", "Melbourne" dan "Happily Ever After" sebagai top 3 karya Mbak Winna.




So pembaca sekalian, apa kalian juga penggemar karya-karya Winna Efendi? Kalau iya, apa buku favorit kalian?

Oh iya, bagi yang pengen download "Remember When" versi PDF-nya, silahkan klik disini. ^^

Sampai jumpa.





Wednesday, December 28, 2016

8

TUTORIAL Memulai Cerita Baru di Wattpad plus Tips untuk Novel Pertama-mu!

Catatan: tutorial ini mungkin saja tidak akurat untuk kedepannya dikarenakan Wattpad selalu meng-update aplikasi dan websitenya dengan rutin jadi mohon maaf sebelumnya apabila berikutnya tak lagi sesuai dengan yang disediakan oleh Wattpad.

***

Monday, December 12, 2016

0

Review Novel "Remember When" karya Winna Efendi

REVIEW SINGKAT NOVEL "REMEMBER WHEN" KARYA WINNA EFENDI 




Gue berani bilang kalau Winna Efendi mungkin salah satu novelis favorit gue, at least in Indonesia. Biasanya meskipun gue cinta mati sama salah satu novel, belum tentu gue suka novel lain yang ditulis sama penulis itu.

Lain halnya sama Winna Efendi. I love every single one of them.

Mbak Winna berhasil menulis tentang berbagai dengan berbagai suasana dan karakter yang berbeda. Unsurprisingly, it works. Gue ngefans sama gaya penulisan dalam novel Mbak Winna. Nggak pretentious, but still deep af without even trying. And I really appreciate that. There is something so beautiful about the simplicity in her works.

Ini juga bukan teenlit ya. Ceritanya memang seputar kehidupan anak SMA dan secara singkat temanya memang simpel, tapi saat membaca buku ini gue sadar kalau there is something more to it. 

Novel ini berfokus pada persahabatan, cinta masa SMA, dan pilihan. Siapa yang bakal kalian pilih? Teman atau cinta? Apa adil kalau kita berkorban untuk orang yang mungkin nggak akan ngelakuin hal yang sama? Apa jadinya kalau cinta datang di waktu yang tak tepat?



"Menurut lo... Perasaan bisa berubah?"         "Maksudnya?"                                       "Perasaan kita tahun lalu, bisa berbeda dengan perasaan kita sekarang.Tapi... kita nggak bisa mengubah apa yang pernah terjadi dulu. Semua berubah begitu saja, sedangkan kita sebagai manusia hanya mengikuti arus."

This is honestly my favorite of Winna Efendi. Bukunya memang udah lama diterbitkan, bahkan udah dibuat versi film-nya (I was so disappointed with it btw..) dan ada beberapa kesalahan teknis dalam penulisan. Namun hal-hal kecil seperti itu nggak bakal terlihat kalau para pembaca udah terhanyut dalam kisah simple but powerful ini. Nyesek ae bacanya heuheu.

Totally recommended from me. Buku ini bisa diperoleh di Gramedia atau toko buku terdekat!
1

Book Review - "Fairish" karya Esti Kinasih



Review Singkat Novel Teenlit "Fairish" Karya Esti Kinasih




Novel teenlit Fairish bisa dianggap klasik dikalangan para pembaca yang sudah lama berkecimpung di dunia teenlit. Termasuk gue yang memang seorang avid reader. 

Fairish ini memang novel lama, tapi masih tetap saja populer. Bisa dibilang setara dengan novel kak Esti yang lain, seperti trilogi Jingga dan Senja yang hingga kini entah gimana kabarnya tuh buku yang ketiga.

Kalau pembaca sekalian sering nongkrong di Wattpad, pasti tahu kalau sekarang ini lagi berkembang virus yang dinamakan  "badboy and good girl stories". I used to like it, I really do. Tapi konsep ini sekarang menjadi begitu klise, sampai-sampai tak ada lagi kesan orisinil yang bisa diambil. Gue bakal jadiin bahan ini untuk topik lain kali, so stay tuned!

Ngomong-ngomong tentang badboys, bisa dibilang Fairish ini salah satu pelopor dari trend ini. Secara buku ini sudah lama diterbitkan, mungkin masih pas jaman-jaman SMP dulu. 

I love this book and Kak Esti's humor. Ada humor diantara sahabat yang begitu kental disini, yang sekarang juga ikut-ikutan  jadi tren di kalangan novel Indonesia. 

Novel ini punya segala komponen untuk formula yang lengkap ala teenlit! Pemeran utama cowok yang dingin dan keren, si cewek yang polos dan baik hati, humor ala anak muda, masa lalu yang kelam, plus feelllssss..

Mungkin sekarang ini ha yang udah biasa ya, tapi lain lagi ceritanya dulu pas buku ini pertama kali diterbitkan. As I said, this book is a classic. Coba deh tanya anak-anak yang sekarang udah kuliah, pasti mereka pernah denger tentang Fairish.

However, this is not my favorite of Kak Esti. Gue masih ngerasa ada beberapa plot poin yang masih flawed dan agak lucu aja sama bahasa Kak Esti yang mungkin sedikit hiperbola buat selera gue. 

But overall, it is still a good book. So recommended from me. Terutama kalo kalian suka sama cerita yang ringan dengan bahasa yang enak dibaca.




I hope you like this post! Jangan lupa tinggalkan jejaknya yoo 


Monday, April 4, 2016

1

Book Review I A: Aku, Benci, Cinta

Okay, guess.. This is my first post ever. 

Aku biasanya lebih aktif di tumblr, but this time, blogger got me.


So I have this habit, dimana tiap minggu selalu saja nongkrong di Gramedia. Tiap kali pulang pasti bawa 2-4 buku! But that's how it is.


Let me share you my thoughts about this book.








A

Aku, Benci, Cinta...


Sebelumnya, kalau ada orang bilang "don't judge a book by its cover", it's  a joke really. Mungkin hampir semua orang sebelum mengecek sinopsis yang tertera dibelakang buku selalu melirik cover terlebih dahulu. Including me.

Berkaitan dengan sebelumnya, I love the cover.

I really do.

Aku tipe orang yang nggak suka cover yang menyolok atau yang grafis yang terkesan penuh di atas sampul buku. Simpel, dengan sedikit goresan simbolik mungkin lebih menarik.



Sinopsis:


"Ini cerita tentang Alvaro Radyana. Si Cassanova terpopuler di SMA National High. Juga Ketua OSIS yang dikagumi oleh banyak orang. 

Alvaro adalah segalanya.

Ini juga cerita tentang Anggia Serenia Quinindha. Si rajin dari yang paling rajin di SMA National High. Sayangnya dia Wakil Ketua OSIS, padahal bukan itu posisi yang ia mau. 

Anggia yang 'Perfeksionis'. 

Alvaro menganggap Anggia lelucon, tapi Anggia selalu menganggap Alvaro rival. 

Tapi pandangan itu berubah saat Alvaro memiliki kesempatan untuk mengenal Anggia lebih jauh. Dan rasa itu tumbuh pada Alvaro sejak Anggia mengenal Alexander teman masa kecilnya. Perasaan aneh yang seharusnya Alvaro rasakan pada cinta pertamanya, Athala.

Saat masa depan membuka kesempatan baru, apa Alvaro akan mengambilnya?"


Berdasarkan sinopsis yang ada, para pembaca sudah dapat melihat garis jalan cerita.

Awalnya, aku kira buku ini masuk dalam kategori 'young adult' karena cover-nya, tapi ternata nggak. Mm, buku ini lebih tepatnya dikelompokkan bersama teenlit and such karena bercerita mengenai kemelut dalam dunia remaja. Y'know, sekolah, sahabat, crushes, betrayal...

Pertama, karakter. Favoritku disini mungkin Alvaro (pemeran utama pria). Aku selalu skeptis terhadap pemotretan karakter pemeran utama perempuan di tiap buku yang aku baca. Kebanyakan penulis novel remaja adalah kalangan perempuan, tapi entah kenapa it's really hard for to be attached to the main female character. 

Alvaro disini sosok yang supel, jail, dan overall romantic, I guess? Pretty solid combination for me. Kadang capek juga sih lihat karakter cowoknya sok cool dan cuek every single time. Alvaro and his gang seperti angin sejuk dalam dunia buku ini.

Speaking of Alvaro's gang... I love them. Meskipun susah untuk membedakan siapa itu siapa (kadang-kadang), aku selalu cherished moment antara mereka dan Alvaro. Nggak terkesan garing malahan. Mereka adalah bagian favoritku di buku ini.

Seperti yang tertulis diatas, karakter si cewek-Anggia, she's okay. Tapi entah perasaanku atau nggak, dia terlalu banyak marah deh kayaknya? Hahaha! Ada kalanya pas lagi baca trus dia tiba-tiba marah besar karena hal sepele, aku tuh jadi yang "Whoa girl, calm down..!". Anggia ini ibaratnya cewek yang punya PMS permanen. LMAO. Sorry, just kidding

Ada karakter vital lagi, yang disebutkan dalam sinopsis: Alex dan Alatha. Supposed to be the third and fourth person in the story. Pendapatku, karakter mereka berdua ini punya potensial untuk jadi trigger utama di cerita ini, tapi sayangnya kurang digali. Kita memang diberi background mereka berdua mendekati akhir cerita, tapi (for me personally) nggak terlalu kerasa "punch-nya", it somehow felt like a necessary fillers.

Mungkin ada beberapa subplot poin yang bisa dicolek keluar dari cerita biar nggak terkesan dragging.

But.

I love it. Buku ini nggak ngebikin bosan, dan mungkin akunya aja yang berlebihan melihat dalam sesuatu tapi untuk casual reader buku ini bagus banget untuk dibaca.  Lighthearted, funny and sweet. Aku juga suka 'breaking point' dari buku ini aka 'klimaks terakhir'nya. It made feel for the character.


RECOMMENDED. GO, BUY, AND READ IT!

A: Aku, Benci, Cinta

2015 Novel written by WulanFadi


See you,


Hideki Ryuuga